Kamis, 27 Januari 2022

MENGENAL LEBIH DEKAT KURIKULUM PROTOTIPE

PEMBAGIAN FASE PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM PROTOTIPE

Guru Tak Perlu Menyusun RPP Lagi!



Pada Tahun Pelajaran ini kurikulum prototype belum diterapkan secara merata pada setiap sekolah. Pihak pemerintah memberikan keleluasaan pada tiap satuan pendidikan untuk memilih kurikulum yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing. Namun demikian, para pemangku satuan pendidikan perlu mengetahui dan memahami alur dari kurikulum prorotipe ini sebagai bahan pertimbangan selanjutnya.

Dalam kurikulum prototype dikenal istialah KOSP yaitu singkatan dari Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Sebelumnya pada kurikulum 2013 istilah ini dikenal dengan KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam KOSP terdapat Capaian Pembelajaran (CP) kalau dalam kurikulum 2013 setingkat dengan KI/ KD. Capaian Pembelajaran (CP) dijabarkan dalam kurikulum opernasional.  Dalam kurikulum operasional dijabarkan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran. Kurikulum operasional dan alur tujuan pembelajaran memiliki fungsi yang sama dengan silabus yaitu sebagai perencanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dimuat dalam modul ajar. Modul ajar ini merupakan perangkat pembelajaran yang lengkap yang telah disediakan oleh pemerintah. Modul ajar ini dapat dipadankan dengan RPP namun komponennya lebih lengkap dari pada RPP. Dengan demikian kurikulum prototype ini tidak membebani para guru untuk menyusun RPP.

Kurikulum prototype memiliki tujuh fase Capaian Pembelajaran (CP) yang akan dilewati oleh setiap jenjang satuan pendidikan. Fase pertama yaitu fase pondasi. Fase ini terdapat pada usia pra sekolah dan taman kanak-kanak. Capaian Pembelajaran (CP) pada fase ini yaitu “merdeka bermain, merdeka belajar. Belajar-bermain berbasis buku bacaan anak”. Pada fase ini anak bereksplorasi dengan lingkungan sekitar, sentra, kelompok, area, dan sebagainya.

Fase kedua yaitu fase A. Fase ini untuk jenjang kelas I dan II SD/ MI. Fase ketiga yaitu fase B pada jenjang kelas III dan IV SD/ MI. Fase keempat yaitu fase C pada jenjang kelas V dan VI SD atau MI. Pada fase A, B, C atau pada jenjang SD ini terjadi perubahan mata pelajaran yaitu mata pelajaran IPA dan IPS digabung menjadi pelajaran IPAS yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Untuk pengorganisasian muatan pelajaran dapat memilih menggunakan temati atau berbasis mata pelajaran. Hal ini diserahkan pada sekolah masing-masing.

Selanjutnya fase kelima yaitu fase D terdapat pada jenjang SMP/ MTs kelas VII,VIII, dan IX. Pada fase ini pelajaran computer dijadikan pelajaran wajib. Adapun guru yang mengajar boleh guru yang latar belakang pendidikan bukan jurusan computer namun memiliki kemampuan yang mumpuni.

Keenam fase E terdapat pada jenjang SMA/ MA kelas X. Pada fase ini belum ada peminatan. Semua siswa mengampu semua mata pelajaran wajib termasuk mata pelajaran IPA yaitu Fisika,Kimia, dan Biologi serta pelajaran IPS yaitu Sosiologi, Ekonomi, Sejarah dan Geografi. Pada fase ini siswa mempersiapkan diri untuk memilih jurusan peminatan nanti di kelas XI. Di sini siswa harus berkonsultasi dengan guru BK.

Fase terakhir yaitu fase F terdapat pada jenjang SMA/ MA kelas XI dan XII. Pada fase ini siswa memilih mata pelajaran dari minimum 2 kelompok pilihan. Adapun kelompok mata pelajaran yang direkomendasikan yaitu:

1.  MIPA yang meliputi mata pelajaran Matematika Peminatan, Fisika, Kimia, Biologi, dan Informatika.

2. IPS yang meliputi mata pelajaran Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, dan Geografi.

3. Bahasa dan Budaya meliputi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, dan Bahasa Asing lainnya.

4. Vokasi/ Karya kreatif meliputi mata pelajaran Budidaya, rekayasa dan sebagainya.

5. Seni dan Olah raga. Untuk kelompok mata pelajaran ini khusus untuk sekolah-sekolah yang ditetapkan pemerintah.

Itulah hal-hal yang perlu diketahui oleh para pemangku pendidik untuk menentukan kebijakan pada setiap satuan pendidikan. Tentunya melalui berbagai pertimbangan dan aspek-aspek pendukung.

 


0 komentar:

Posting Komentar